Pangururan, Tarombo TV Media – Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (GSPHP). Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Bank Indonesia, dan Perum Bulog sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah serta menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan melalui publikasi Pemerintah Kabupaten Samosir, pasar murah tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026 (Kamis–Sabtu), bertempat di kawasan Waterfront City Pangururan, yang juga menjadi pusat pelaksanaan Festival Tao Toba Jou-Jou.
0
Kegiatan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ekonomis di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan selama berlangsungnya festival.
Dalam pelaksanaannya, pasar murah menyediakan dua komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, yaitu Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Minyak Kita, minyak goreng kemasan yang merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan nasional.
Kehadiran Beras SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terkendali. Sementara itu, Minyak Kita diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah fluktuasi harga minyak goreng di pasaran.
Program Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan sendiri merupakan langkah strategis pemerintah bersama Bank Indonesia dan Bulog dalam mengendalikan inflasi, terutama pada kelompok bahan pangan yang menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Melalui operasi pasar dan pasar murah, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, SE., MM mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan pasar murah tersebut. Pemerintah berharap seluruh warga dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga dengan harga yang lebih ringan sehingga beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang.
Selain menjadi sarana membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Ramainya kunjungan masyarakat ke lokasi pasar murah sekaligus mendukung geliat ekonomi di kawasan Waterfront City Pangururan yang sedang menjadi pusat penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou-Jou.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir, Bank Indonesia, dan Perum Bulog menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Melalui langkah ini diharapkan stabilitas harga tetap terjaga, pasokan pangan tersedia, dan daya beli masyarakat terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Samosir juga mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal pelaksanaan, yakni 6–8 Agustus 2026, di Waterfront City Pangururan, sehingga dapat memperoleh komoditas yang disediakan selama persediaan masih tersedia.
Dengan mengusung semangat “Bersama Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat”, Pasar Murah GSPHP diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Samosir.
(Sumber : TM Naibaho Dinas Kominfo Kab Samosir)
Pemkab Samosir Gelar Pasar Murah GSPHP, Beras SPHP dan Minyak Kita Hadir Selama Festival Tao Toba Jou-Jou

