Top 5 This Week

Related Posts

Tulang Belulang Manjur Boru Simarmata Turut Dinaikkan ke Tambak Kel OH Simarmata SH di Lumban Suhi-Suhi

Lumban Suhi Suhi Toruan, tarombotvmedia– Tradisi mangokkal holi kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan adat Batak Samosir. Kali ini, tulang belulang Manjur Boru Simarmata turut dinaikkan dan ditempatkan di tambak keluarga OH Simarmata, SH/ Opung Reiner Parlindungan, yang berada di areal belakang rumahnya di Dusun 3 Alngit, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Prosesi tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya melibatkan keturunan laki-laki penyandang marga, tetapi juga mengenang dan menempatkan tulang belulang perempuan dari garis keluarga pada tambak yang baru dibangun. Inilah yang pertama kalinya di keluarga Simarmata di desa ini, tulang belulang boru Simarmata bisa diangkat (Panakok Saring Saring) ke Tambak Simarmata. Opung saya Mangga Albinus Simarmata gelar Voorziter yang ijinkan tulang belulang namboru Manjur boru Simarmata diangkat dan dimasukkan ke tambak bersama tulang belulang orangtuanya yaitu Amandangas dan boru Sinaga, ujar Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW). Acara mangokal holi ini sekitar tahun 1980 an.
Manjur Boru Simarmata merupakan saudara perempuan dari ayahanda OH Simarmata, SH, yakni Mangga Albinus Simarmata. Dalam rangkaian adat tersebut, tulang belulang Manjur Boru Simarmata diangkat dari Lumban Bona-Bona bersama tulang belulang ayah dan ibunya, Amandangas dan Boru Sinaga.
Ketiganya kemudian ditempatkan di tambak keluarga yang baru di areal belakang rumah OH Simarmata, SH.
Tradisi Keluarga yang Penuh Makna
Bagi keluarga Batak, mangokkal holi bukan sekadar pemindahan tulang belulang. Tradisi ini memiliki makna penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjadi bagian dari upaya keluarga menjaga hubungan kekerabatan dan sejarah garis keturunan.
Dalam konteks keluarga OH Simarmata, SH, pelaksanaan adat tersebut juga menunjukkan adanya ruang penghormatan bagi anggota keluarga perempuan. Saya bangga kepada opung saya Voorzitter yang berani tambak tradisi, dengan mengijinkan tulang belulang saudara perempuannya ikut bersama tulang belulang orang tuanya di tambak yang baru di belakang rumah kami ini, dijelaskan oleh Wendeilyna
Hal ini menarik karena dalam sebagian praktik adat Batak di sejumlah daerah, terdapat ketentuan atau kebiasaan mengenai penempatan tulang-belulang di tanah keluarga yang berkaitan dengan garis keturunan laki-laki penyandang marga. Namun, praktik adat dapat berbeda menurut marga, wilayah, keluarga, dan kesepakatan adat setempat.
Karena itu, keputusan keluarga OH Simarmata, SH untuk turut menempatkan tulang belulang Manjur Boru Simarmata di tambak keluarga menjadi bagian dari kisah adat keluarga yang memiliki nilai tersendiri.
Mengabadikan Hubungan Kekerabatan
Penempatan tulang belulang Manjur Boru Simarmata bersama ayah dan ibunya juga memperlihatkan kuatnya nilai kekerabatan dalam keluarga.
Bagi generasi berikutnya, tambak tersebut bukan hanya tempat peristirahatan terakhir para leluhur, tetapi juga menjadi pengingat mengenai siapa mereka, dari mana garis keluarga berasal, serta bagaimana hubungan antar anggota keluarga tetap dikenang lintas generasi.
Di tengah perubahan zaman, tradisi seperti mangokkal holi menjadi salah satu cara masyarakat Batak mempertahankan ingatan keluarga melalui simbol-simbol adat dan penghormatan kepada para leluhur.
Tambak Keluarga di Belakang Rumah
Tambak keluarga yang berada di belakang rumah OH Simarmata, SH, Opung Reiner Parlindungan, kini menjadi tempat penyimpanan tulang belulang tiga orang dalam satu rangkaian keluarga tersebut.
Kehadiran tambak itu sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang keluarga dan ruang adat dapat menjadi satu kesatuan. Rumah menjadi tempat kehidupan keluarga yang sekarang, sementara tambak menjadi ruang untuk mengenang para pendahulu yang telah lebih dahulu berpulang.
Mangokkal holi Manjur Boru Simarmata bersama Amandangas dan Boru Sinaga pada akhirnya bukan hanya sebuah prosesi adat, tetapi juga cerita tentang penghormatan, kekerabatan, dan upaya keluarga menjaga jejak sejarah leluhur di tanah asalnya, Samosir (red)

Popular Articles