Lumban Suhi Suhi Toruan, tarombotvmedia – Pernah merasa sudah bertanya, tetapi jawaban yang diterima justru singkat, kabur, atau tidak menjawab persoalan?
Bisa jadi persoalannya bukan semata-mata pada orang yang menjawab. Bisa jadi, cara pertanyaannya yang perlu diperbaiki.
Hal inilah yang disoroti Dr drh R Wendeilyna Simarmata, MSi (CMed CPP CIJ CPW), yang berprofesi sebagai Mediator Non Hakim Bersertifikat Terdaftar di Pengadilan Negeri Balige dan Paralegal. Menurutnya, kemampuan mengajukan pertanyaan merupakan bagian penting dalam menggali informasi, terutama ketika seseorang sedang melakukan wawancara, investigasi, negosiasi maupun klarifikasi suatu persoalan.
Pertanyaan yang berbeda dapat menghasilkan jawaban yang berbeda pula.
Misalnya, ketika seseorang melihat seorang pria mengenakan jaket hitam masuk ke sebuah rumah kemudian keluar membawa tas besar, pertanyaan seperti, “Apakah itu perampokan?” cenderung hanya menghasilkan jawaban singkat seperti “ya”, “tidak”, atau “tidak yakin”.
Berbeda jika pertanyaannya diubah menjadi, “Coba ceritakan kembali dari awal. Apa yang Anda lihat?”
Pertanyaan terbuka seperti itu memberikan ruang kepada orang yang ditanya untuk menjelaskan apa yang dilihatnya secara lebih lengkap.
Mengenal Pertanyaan Terbuka dan Tertutup
Dalam teknik bertanya dikenal antara lain closed question dan open question.
Closed question biasanya digunakan ketika ingin memperoleh konfirmasi terhadap suatu informasi. Sementara open question memberikan kesempatan kepada seseorang untuk menjelaskan lebih luas sehingga informasi yang sebelumnya belum muncul dapat tergali.
Ada pula leading question, yaitu pertanyaan yang di dalamnya sudah mengandung asumsi tertentu. Karena itu, penggunaannya perlu diperhatikan agar pertanyaan tidak justru mengarahkan orang yang memberikan jawaban.
“Pertanyaan yang tepat bukan sekadar mendapatkan jawaban, tetapi membantu mendapatkan informasi yang lebih jelas,” demikian gagasan yang disampaikan dalam materi yang dibagikan R Wendeilyna Simarmata
📚 Pelajari lebih lengkap dalam kelas *Impactful Question*.
👉https://deteksikebohongan.com/impactful-question/ 3 Teknik untuk Menggali Informasi
Pembahasan kemudian berlanjut pada tiga teknik lainnya.
Pertama, presumptive question, yaitu pertanyaan yang menggunakan asumsi sebagai titik awal.
Kedua, bait question, yakni menggunakan informasi tertentu untuk melihat bagaimana seseorang memberikan respons.
Ketiga, purpose question, yang diarahkan untuk menggali alasan di balik suatu tindakan.
Ketiga teknik tersebut memiliki fungsi dan risiko masing-masing. Karena itu, yang penting bukan sekadar mengetahui istilahnya, tetapi memahami kapan dan bagaimana sebuah teknik pertanyaan digunakan.
Bukan Sekadar Bertanya
Kemampuan bertanya pada akhirnya bukan hanya soal mencari jawaban.
Dalam banyak situasi, pertanyaan yang disusun dengan baik dapat membantu seseorang memahami kronologi, mengurai persoalan, menemukan informasi yang terlewat, hingga mengklarifikasi suatu pernyataan.
Itulah sebabnya keterampilan bertanya dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari interview, investigasi, negosiasi hingga klarifikasi masalah.
R Wendeilyna Simarmata mengajak masyarakat untuk melihat bahwa bertanya merupakan sebuah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih.
Sebab, terkadang jawaban yang kita dapatkan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjawab, tetapi juga oleh seberapa baik kita mengajukan pertanyaan (red)

