Top 5 This Week

Related Posts

Edison Pasaribu Pimpin DPW PPRPI Samosir, Wendeilyna: Kepemimpinan Bukan Sekadar Jabatan, Prioritaskan Pelayanan, Persaudaraan Untuk Kepentingan Keluarga Besar Pasaribu

Samosir, tarombotvmedia — Penunjukan Ir. Edison Pasaribu sebagai Ketua DPW Punguan Pomparan Raja Pasaribu Indonesia (PPRPI) Kabupaten Samosir mendapat perhatian dari Dr drh R Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) yang merupakan ibebere marga Pasaribu (anak perempuan dari alm Rusli Aminah boru Pasaribu & Oloan Herlin Simarmata SH
 Bagi Wendeilyna, kepemimpinan dalam sebuah punguan bukan semata-mata mengenai jabatan organisasi. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk menjaga persaudaraan, menghormati tata krama kekerabatan serta menjalankan amanah untuk kepentingan bersama.
 Wendeilyna menyampaikan dukungannya terhadap Edison Pasaribu dengan melihat keputusan organisasi tersebut sebagai bagian dari proses yang perlu dihormati.
 Menurutnya, siapa pun yang diberikan kepercayaan memimpin DPW harus mampu menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sekadar kedudukan.
 «“Kalau seseorang diberi tanggung jawab mengurusi masyarakat atau keluarga besar, dia harus mampu menjadi parbahul bahul na bolon. Artinya, jangan hanya mengejar jabatan, tetapi harus siap memikul beban dan melayani,” ujar Wendeilyna.»
 Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Amanah
 Wendeilyna mengaku mengenal Edison Pasaribu cukup baik. Ia menilai pengalaman Edison di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang dapat menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
 Edison tercatat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir dan telah menjalankan tugas tersebut sejak pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama pada Januari 2022. Dalam kapasitasnya sebagai pejabat pemerintahan, Edison juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan daerah.
 Namun bagi Wendeilyna, pengalaman formal saja tidak cukup.
 Ada hal lain yang menurutnya penting dalam memimpin sebuah punguan, yakni kemampuan menjaga hubungan kekeluargaan dan memahami tata krama dalam kekerabatan Batak.
 Tata Krama Kekerabatan Menjadi Perhatian
 Wendeilyna menyoroti sikap Edison ketika berinteraksi dengannya dalam hubungan kekerabatan.
 Ia mengatakan Edison tetap menempatkan hubungan tersebut sesuai tata krama adat Batak dengan sapaan yang menunjukkan penghormatan terhadap posisi dalam struktur kekerabatan. Edison adalah tulang naposo alm ibu saya, ke alm ibu saya, Edison menyapa dengan sapaan Namboru. Dan ke saya yang adalah boru namborunya, Edison menyapa saya dengan sapaan Namboru juga
 Bagi Wendeilyna, hal seperti itu bukan sekadar persoalan panggilan.
 Menurutnya, tata krama merupakan bagian dari cara seseorang menempatkan diri di tengah keluarga besar. Kepemimpinan punguan pun semestinya berjalan dengan semangat Dalihan Na Tolu: menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan menjaga hubungan kekeluargaan.
 Makna Parbahul Bahul Na Bolon
 Istilah parbahul bahul na bolon menjadi salah satu pesan utama Wendeilyna dalam melihat kepemimpinan Edison.
 Dalam pemaknaan yang disampaikannya, parbahul bahul na bolon menggambarkan seseorang yang mampu memikul tanggung jawab besar, mengayomi serta bersedia melayani ketika diberikan amanah.
 Dengan demikian, posisi Ketua DPW PPRPI Samosir menurutnya tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga tanggung jawab moral kepada keluarga besar Pasaribu.
 “Jangan hanya mengejar jabatan, tetapi harus siap memikul beban dan melayani,” tegasnya.
 Mengajak Keluarga Besar Menjaga Persaudaraan
 Dukungan Wendeilyna terhadap Edison muncul bersamaan dengan adanya dinamika internal terkait kepemimpinan DPW PPRPI Samosir.
 Dalam artikel sebelumnya disebutkan adanya pernyataan sikap dari Ketua DPW PPRPI Samosir periode 2023–2028, Dani Dewentin Pasaribu, bersama sejumlah sektor yang menyatakan keberatan terhadap keputusan penonaktifan Ketua DPW. Perbedaan sikap tersebut menunjukkan adanya dinamika organisasi yang perlu disikapi secara hati-hati.
 Wendeilyna memilih mengedepankan persaudaraan.
 Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi semestinya tidak berkembang menjadi perpecahan keluarga.
 “Kalau ada keputusan organisasi, mari kita hormati prosesnya. Kalau ada keberatan, tentu ada mekanisme organisasi untuk menyampaikannya. Jangan sampai perbedaan keputusan organisasi justru membuat keluarga besar Pasaribu terpecah,” katanya.
 Harapan untuk Janji Martahan dan Habeahan
 Wendeilyna juga berharap keluarga besar Pasaribu di wilayah yang menjadi kantong marga Pasaribu, khususnya Desa Janji Martahan dan Desa Habeahan, dapat menjaga kebersamaan dalam membangun punguan.
 Baginya, kekuatan punguan bukan hanya terletak pada siapa yang memegang jabatan, tetapi pada bagaimana seluruh anggota mampu menjaga hubungan persaudaraan.
 “Bersama-sama membesarkan punguan, bukan memperbesar perbedaan,” menjadi pesan yang ditekankannya.
 Ia berharap Edison Pasaribu dapat menjalankan amanah tersebut dengan mengutamakan pelayanan, persaudaraan dan kepentingan keluarga besar Pasaribu.
 Warisan Nilai Keluarga
 Wendeilyna juga mengaitkan sikapnya dengan latar belakang keluarga. Ia menyebut dirinya sebagai cucu Somuntul Bunga Jalan Pasaribu, bergelar Tuan Sariburaja, merupakan pengusaha sukses, politikus, tokoh masyarakat dijamannya dari Jalan Tanah Lapang, Pangururan.
 Nilai yang ia pegang adalah pentingnya menjaga persaudaraan dan saling mendukung di antara keluarga.
 Karena itu, dukungan terhadap Edison Pasaribu ia tempatkan bukan semata-mata sebagai persoalan perebutan atau pergantian posisi organisasi, melainkan sebagai harapan agar kepemimpinan PPRPI Samosir tetap berjalan dalam suasana kekeluargaan.
 “Selamat kepada paraman tulang naposo, Ir. Edison Pasaribu. Jalankan amanah ini dengan baik. Jadilah parbahul bahul na bolon bagi keluarga besar Pasaribu di Samosir,” ujar Wendeilyna.
 Ia menutup pesannya dengan harapan agar keluarga besar Pasaribu tetap solid dan mampu menjaga nilai persaudaraan.
 Jayalah Pasaribu. Horas untuk seluruh keluarga besar Pasaribu.

Popular Articles