Lumban Suhi Suhi Toruan, , tarombotvmedia — Di tengah derasnya tren kuliner kekinian, jajanan pasar tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Risoles, bakwan, kroket, gemblong, kue lumpur hingga kue cucur bukan sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari memori, tradisi dan keseharian masyarakat.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting bagi pelaku usaha kuliner. Unilever Food Solutions (UFS) melihat jajanan pasar masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan mengikuti kebutuhan konsumen dan perkembangan bisnis, tanpa harus kehilangan karakter aslinya.
Sentuhan baru pada ukuran, isian, topping, penyajian maupun kemasan dapat meningkatkan nilai jual makanan tradisional. Dengan pendekatan yang tepat, jajanan pasar dapat tampil lebih modern sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Risoles, Bakwan dan Kroket Masih Jadi Andalan
Salah satu jajanan yang paling mudah dikembangkan adalah risoles. Makanan ini kerap hadir dalam berbagai kesempatan, terutama sebagai bagian dari snack box.
Selain isian sayuran atau ragout, pelaku usaha dapat menawarkan variasi risol mayo dengan pilihan telur, tuna maupun ayam pedas. Perubahan isian tersebut memberi pengalaman baru tanpa menghilangkan ciri khas risoles.
Bakwan juga memiliki ruang inovasi yang luas. Gorengan berbahan sayuran ini dapat dikembangkan menjadi bakwan jagung, bakwan udang maupun kreasi lainnya sesuai selera konsumen.
Sementara itu, kroket menawarkan karakter berbeda melalui tekstur lembut di bagian dalam dan lapisan luar yang renyah. Dengan pilihan isian yang beragam, kroket dapat dipasarkan sebagai camilan, menu pendamping maupun bagian dari paket makanan.
Jajanan Manis yang Menggoda Selera
Selain jajanan gurih, kelompok jajanan pasar bercita rasa manis juga memiliki daya tarik kuat.
Gemblong, misalnya, dikenal melalui perpaduan tekstur kenyal dan lapisan gula yang menjadi ciri khasnya. Kue lumpur menawarkan tekstur lembut dan rasa legit, sedangkan kue cucur memiliki karakter rasa serta tekstur yang sangat khas.
Kekuatan jajanan tersebut terletak pada rasa yang sudah akrab di lidah masyarakat. Karena itu, inovasi tidak harus menghilangkan identitas makanan.
Ukuran dapat dibuat lebih kecil atau bite size, sementara penyajiannya dapat dibuat lebih modern agar sesuai untuk kafe, restoran, hotel, acara keluarga maupun snack box. Dari sini, jajanan tradisional dapat tampil lebih praktis dan menarik tanpa kehilangan akar budayanya.
Tradisional Bukan Berarti Ketinggalan Zaman
Perubahan selera konsumen membuat pelaku usaha kuliner perlu mampu membaca peluang. Jajanan pasar dapat tetap mempertahankan resep dan karakter tradisional, tetapi hadir dengan kemasan yang lebih menarik.
Penyusunan makanan secara estetik, penggunaan wadah yang sesuai serta penyesuaian ukuran merupakan beberapa cara untuk meningkatkan daya tarik visual. Strategi tersebut juga membuka peluang bagi jajanan tradisional untuk menjangkau generasi muda.
Dengan kata lain, yang berubah bukan jiwanya, melainkan cara menghadirkannya.
Dari Jajanan Menjadi Peluang Usaha
Fleksibilitas penjualan menjadi salah satu keunggulan jajanan pasar. Produk dapat ditawarkan sebagai menu satuan, paket keluarga, snack box, hampers, menu sarapan, camilan sore hingga menu pendamping di restoran dan kafe.
Bagi pelaku UMKM, keberagaman pilihan tersebut memberikan ruang untuk menentukan konsep usaha sesuai kemampuan produksi dan target konsumen.
Namun, pengembangan bisnis tetap membutuhkan perhitungan yang matang. Resep, ukuran porsi, penggunaan bahan, biaya produksi, kemasan hingga harga jual perlu diperhitungkan agar inovasi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menguntungkan secara bisnis.
Warisan Kuliner yang Terus Beradaptasi
Jajanan pasar membuktikan bahwa makanan tradisional tidak harus berhadapan dengan makanan modern. Keduanya justru dapat berjalan beriringan.
Risoles bisa hadir dalam bentuk baru, donat dapat diberi sentuhan bahan lokal, dan kue tradisional dapat dikemas secara lebih modern. Bahkan jajanan sederhana dapat tampil sebagai sajian premium ketika ukuran, tata letak dan wadah penyajiannya diperhatikan.
Pada akhirnya, kekuatan jajanan pasar bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cerita dan kenangan yang menyertainya. Ketika cita rasa tradisional dipadukan dengan kreativitas serta pengelolaan bisnis yang baik, jajanan pasar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat menemukan pasar baru.
Jajanan pasar boleh sederhana, tetapi peluangnya tidak sederhana (red)

