Top 5 This Week

Related Posts

Rotua Wendeilyna Simarmata: Mari Renungkan Kembali Anugerah yang Sering Terlupakan

Pangururan, tarombotvmedia – Mediator Non Hakim & Paralegal – Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) mengajak para pembaca media online Trombo TVMedia untuk selalu Menyalakan harapan, menumbuhkan makna, menjalani hidup dengan bijaksana.

Ada satu masa ketika hidup terasa begitu berat.

Kesehatan terus menurun. Penghasilan tidak datang seperti yang diharapkan. Orang-orang yang dulu terasa dekat mulai jarang merespons sapaan. Rasanya dunia menjadi semakin sunyi.

Sebuah pertanyaan sempat muncul di dalam hati,

“Apakah masih ada yang membutuhkanku?”

Di tengah keheningan itu, saya memilih berhenti sejenak.

Bukan untuk menyerah, melainkan untuk benar-benar melihat apa yang masih Tuhan anugerahkan dalam hidup saya.

Saya mulai merasakan perhatian tulus dari pasangan. Mendengar kembali tawa riang anak-anak. Menikmati lagu-lagu lama yang membawa kenangan indah. Bahkan, saya mensyukuri nikmatnya tidur yang nyenyak—sesuatu yang dulu sering saya anggap biasa.

Saat itulah saya menyadari, selama ini saya terlalu sibuk menghitung apa yang belum saya miliki, hingga lupa menikmati begitu banyak anugerah yang telah Tuhan letakkan begitu dekat.

Mungkin kasih Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk keajaiban yang besar. Sering kali, kasih-Nya hadir dalam hal-hal sederhana yang baru kita sadari ketika kita bersedia berhenti sejenak dan membuka hati.

Ketika hati dipenuhi rasa syukur, kita mulai melihat bahwa anugerah Tuhan jauh lebih banyak daripada alasan untuk mengeluh.

Psikologi mengenal istilah gratitude atau rasa syukur, yaitu kemampuan menyadari dan menghargai hal-hal baik yang masih hadir dalam kehidupan.

Rasa syukur tidak menghapus penderitaan, tetapi mengubah cara kita memandangnya. Otak yang dilatih untuk mengenali anugerah akan lebih mudah menemukan harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk menghadapi tantangan.

Bukan karena hidup menjadi lebih mudah, tetapi karena hati mulai melihat bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.

Berhentilah selama lima menit.

Tuliskan tiga anugerah sederhana yang Anda nikmati hari ini, meskipun keadaan belum sepenuhnya sesuai harapan.

Lalu ucapkan dalam hati,

“Terima kasih, Tuhan. Hari ini aku masih melihat kasih-Mu.”

“Sering kali kita mencari mukjizat yang besar, padahal kasih Tuhan sedang hadir dalam anugerah-anugerah kecil yang setiap hari kita terima.”

Semoga setiap langkah membawa kita semakin mampu menyalakan harapan, menumbuhkan makna, dan menjalani hidup dengan lebih bijaksana. (Sumber :  Just  Believe. ✨ ESENSI_ Ani Fegda)

Popular Articles