Top 5 This Week

Related Posts

Ajakan Rotua Wendeilyna Simarmata, Hati Hati Berteman, Kenali 5 Kebiasaan Orang Dengan Emotional Quotient -EQ Rendah

Pangururan, tarombotvmedia – Kasus penipuan kecil hingga konflik sosial sering berawal dari salah pilih teman. Hal ini juga yang jadi perhatian Rotua Wendeilyna Simarmata yang biasa Wendy usai menyelesaikan kasus tukang becak Candra Nadeak yang larikan kandang ayamnya selama 11 hari, beberapa waktu lalu di Polres Samosir.


Dari pengalaman tersebut, Wendy mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam berteman. Salah satu caranya adalah dengan mengenali ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah atau EQ rendah.Kita harus hati-hati berteman. Kadang orang yang EQ-nya rendah itu tidak sadar melukai orang lain lewat perkataan dan perbuatannya,” ujar Wendy.

Apa Itu EQ Rendah ?
Kecerdasan emosional atau _Emotional Quotient_ adalah kemampuan seseorang mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain.
Dikutip dari Haibunda.com, orang dengan EQ rendah sering kesulitan mengendalikan emosi, menghadapi tekanan, hingga menjaga hubungan sosial.

5 Kebiasaan Sosial Orang dengan EQ Rendah

1. Sulit Mengelola Panik dan Cemas
Masalah kecil dianggap besar. Misalnya kemunduran di tempat kerja langsung dianggap akhir dari segalanya karena tidak bisa meredam rasa panik.

2. Menghindari Percakapan Emosional
Menurut Psikolog Dr. Jaime Zuckerman, mereka tidak nyaman membahas perasaan. Sulit mendefinisikan emosi sendiri sehingga menghindari konflik karena tidak tahu harus berkata apa.

3. Suka Membuat Lelucon yang Menyakiti Orang Lain
Ini tanda kurang empati. Mereka gagal memahami perasaan orang lain dan menganggap hinaan sebagai hal lucu. Contoh: mengejek kesalahan kecil di depan umum.

4. Mudah Marah dan Meledak-ledak
Karena tidak paham emosinya sendiri, mereka gampang tersulut. Sedikit saja tersinggung bisa langsung marah besar tanpa alasan jelas.

5. Meremehkan Perasaan Orang Lain
Sering melontarkan kalimat seperti _“Perasaanmu tidak masuk akal”_ atau _“Berhentilah bersikap berlebihan”_. Ini menunjukkan kurangnya empati terhadap orang lain.

Penyebab dan Solusi
EQ rendah bisa dipengaruhi pola asuh, contoh buruk saat kecil, kondisi stres, depresi, hingga gangguan perkembangan saraf seperti ADHD.
Namun EQ bukan bawaan. Ini bisa dilatih. Psikolog menyarankan komunikasi terbuka seperti: _“Aku ingin memahami sudut pandangmu”_ untuk membangun hubungan yang lebih sehat.

“Semoga kita semua dijauhkan dari orang-orang yang hanya bikin susah. Tapi kalau ketemu, kita juga harus belajar menghadapinya dengan bijak,” tutup Wendy.

Sumber: http://Haibunda.com – “Cara Mengenali Orang dengan EQ Rendah Dilihat dari Kebiasaan Bersosialisasi”

Popular Articles