Jakarta, tarombotvmedia, Dikutip pada 17 Mei 2026 tayang di Majalah ekonomi terkemuka asal Inggris, The Economist, merilis laporan kritis terkait arah kebijakan politik dan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam ulasan bertajuk Archipelagoing fast, media tersebut menyoroti langkah penguatan kekuasaan terpusat, marjinalisasi kekuatan oposisi, serta pembengkakan anggaran negara yang dinilai melampaui kapasitas fiskal jangka panjang Indonesia.Strategi politik dan ekonomi yang diterapkan saat ini berisiko mengikis capaian kemajuan ekonomi dan stabilitas politik yang telah dibangun Indonesia selama dua dekade terakhir. Fokus utama kritik tertuju pada dua proyek populis berskala masif yang menjadi program andalan pemerintah, yakni program makan siang gratis di sekolah serta pembentukan jaringan 80.000 koperasi pertanian di tingkat desa. Kedua program tersebut dinilai menguras cadangan devisa dan menekan ruang fiskal negara secara signifikan.
Beban keuangan domestik ini kian diperparah oleh dinamika geopolitik global. Ketegangan bersenjata yang sedang berlangsung di Iran turut memberikan tekanan eksternal terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia, terutama melalui fluktuasi harga komoditas energi global.
Selain aspek anggaran, laporan tersebut juga menyoroti gaya kepemimpinan dan temperamen politik Presiden Prabowo yang dinilai dinamis dan sulit diprediksi. Karakteristik kepemimpinan ini dilaporkan mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara sekutu regional, yang khawatir bahwa kombinasi antara kebijakan fiskal agresif dan sentralisasi kekuasaan dapat mengancam stabilitas jangka panjang serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Berikut adalah ringkasan poin utamanya:
• *Poin Pertama*: Kekuasaan politik di Indonesia semakin terpusat pada pemerintah dan kekuatan oposisi mulai melemah.
• *Poin Kedua*: Belanja anggaran negara membengkak secara agresif demi mendanai proyek-proyek besar pemerintah.
• *Poin Ketiga*: Dua program andalan, yaitu makan siang gratis dan pembentukan 80.000 koperasi desa, dinilai sangat membebani keuangan negara.
• *Poin Keempat*: Ketegangan militer di Iran ikut menekan ekonomi domestik melalui fluktuasi harga energi global.
• *Poin Kelima*: Gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang sulit diprediksi memicu kekhawatiran negara sekutu akan masa depan stabilitas dan demokrasi Indonesia.
📰 Sumber: The Economist (red)
Beranda PEMERINTAHAN The Economist : Kekuasaan Politik di Indonesia Semakin Terpusat Pada Pemerintah...
The Economist : Kekuasaan Politik di Indonesia Semakin Terpusat Pada Pemerintah & Oposisi Mulai Melemah
The Economist



