Sideak, tarombotvmedia – Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menghentikan pembangunan. Melalui strategi sinergi lintas sektor, Pemkab Samosir terus mencari ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, TNI, serta berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kick off pembangunan 20 jembatan konektivitas antarwilayah, pipanisasi sepanjang 15 kilometer untuk mendukung 680 hektare lahan persawahan, serta konservasi lingkungan melalui penanaman 350 pohon endemik kawasan Danau Toba.
Kegiatan kick off dilaksanakan di Desa Sideak, Kecamatan Palipi, dengan melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Samosir bersama Danrem 023/Kawal Samudera, Dandim 0210/TU serta jajaran Forkopimda.
Bangun konektivitas, buka akses masyarakat
Pembangunan 20 jembatan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Samosir.
Keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi. Infrastruktur tersebut juga dapat mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses menuju kawasan pertanian dan permukiman.
Dengan menggandeng TNI melalui semangat gotong royong dan sinergitas lintas sektor, pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pipanisasi untuk mendukung 680 hektare sawah
Selain pembangunan infrastruktur konektivitas, program pipanisasi sepanjang 15 kilometer diarahkan untuk mendukung kebutuhan air bagi sekitar 680 hektare lahan persawahan.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Samosir.
Ketersediaan infrastruktur pendukung pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan. Karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan TNI menjadi salah satu bentuk strategi untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Pembangunan tidak boleh meninggalkan lingkungan
Di tengah pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan pangan, aspek lingkungan juga mendapat perhatian.
Sebanyak 350 pohon endemik kawasan Danau Toba ditanam sebagai bagian dari kegiatan konservasi lingkungan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem kawasan Danau Toba.
Sinergi menjadi strategi pembangunan
Kick off di Desa Sideak memperlihatkan bahwa pembangunan daerah dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai sektor.
Pemkab Samosir tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi berupaya membangun sinergi dengan pemerintah pusat, TNI dan pemangku kepentingan lainnya agar program pembangunan tetap berjalan.
Konektivitas, ketahanan pangan dan konservasi lingkungan akhirnya ditempatkan dalam satu rangkaian agenda pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, keterbatasan anggaran diharapkan tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan infrastruktur dan program yang dibutuhkan masyarakat.
Dari Desa Sideak, semangat yang dibangun adalah bahwa pembangunan bukan hanya soal besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu membangun kolaborasi dan menggerakkan seluruh potensi yang tersedia untuk kepentingan masyarakat Samosir (Sumber : Immanuel Sitanggang Kominfo Samosir)

