Lumban Suhi Suhi Toruan, tarombotvmedia – Kenapa, Sih, Orang Bisa Berbohong?
Pernah kepikiran, kenapa seseorang bisa berbohong bahkan dalam percakapan sehari-hari?
Kebohongan ternyata tidak selalu muncul karena niat buruk. Dalam psikologi sosial, kebohongan juga bisa muncul dalam bentuk basa-basi atau _white lies_ yang dianggap wajar.
Lalu, apa yang membuat seseorang berbohong?
Umumnya ada *4 alasan:*
1️⃣ *Melindungi orang lain* : demi kebaikan atau menolong seseorang.
2️⃣ *Menyelamatkan muka* : menghindari malu, penolakan, atau hukuman.
3️⃣ *Melindungi diri sendiri* : bahkan jika harus merugikan orang lain.
4️⃣ *Menyakiti orang lain dengan sengaja* : jenis yang paling berbahaya.
—
Kang Lee, pakar psikologi dari University of Toronto, menjelaskan prinsip sederhana di balik kebohongan:
_”The basis of lying is that I know you don’t know what I know.”_
Sederhananya, kebohongan muncul ketika seseorang merasa memiliki *informasi yang tidak diketahui oleh orang lain.*
🔑 Yang menarik, *tidak semua kebohongan memiliki bobot yang sama.*
Ada yang sekadar basa-basi. Ada yang bertujuan menyelamatkan diri. Tetapi ada pula yang dapat memengaruhi keputusan, merusak reputasi, bahkan membawa konsekuensi hukum.
Lalu, bagaimana cara membedakan dan menganalisisnya secara lebih sistematis?
Menariknya, kebohongan dapat dikelompokkan ke dalam *3 jenis besar* dan salah satunya bisa jauh lebih sulit dikenali daripada yang kita bayangkan.
—
👀 *Ingin tahu apa saja ketiga jenis tersebut dan bagaimana cara menganalisis indikasinya?*
Pelajari lebih lanjut melalui *Workshop Practitioner Deteksi Kebohongan*:
👉 https://deteksikebohongan.com/workshop-practitioner/ (red)

